Tasykil Ikatan Pelajar Persis

Pimpinan Daerah Tasikmalaya Masa Jihad 2016 - 2017 | Ar-Rasikhuna Fil Ilmi !

Tasykil Ikatan Pelajar Persis Putri

Pimpinan Daerah Tasikmalaya Masa Jihad 2016 - 2017 | Ar-Rasikhuna Fil Ilmi !

Afwan

Afwan

Afwan

Afwan

Afwan

Afwan

Senin, 14 September 2015

Implikasi Teori Evolusi Bagian 1



"Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka ? maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al-Qur'an itu ?" (Q.S Al-A'raf : 185)

Setiap bagian di alam semesta ini menunjukkan adanya penciptaan yang luar biasa. Sebaliknya, faham materialisme, yang berusaha menolak fakta sesungguhnya tidak lain hanyalah faham palsu yang tidak ilmiah. Hampir semua penganut faham ini adalah penganut darwinisme, yakni teori evolusi. Teori ini yang berpendirian bahwa kehidupan berasal dari benda mati, yang terjadi secara kebetulan.

                Menurut teori evolusi, setiap spesies hidup muncul dari yang mendahuluinya. Suatu spesies yang dahulu pernah ada secara lambat laun akan berkembang dan menghasilkan spesies lainnya yang beraneka ragam. Asumsi Darwin menunjukkan bahwa spesies tunggal ini tercipta dengan kebetulan. Darwin tidak mengakui bahwa makhluk-makhluk yang ada tercipta dari Tuhan, menurut pengakuannya dalam pembahasan bab yang panjang dari bukunya yang berjudul Origin of Species , yang diterbitkan pada tahun 1856.

Lalu pertanyaan mendasar muncul dari proses Evolusioner ini : Bagaimanakah asal mula terjadinya “sel pertama” tersebut ?

                Karena teori evolusi menolak penciptaan dan tidak menerima campur tangan supernatural dalam bentuk apa pun, maka Darwin berpendirian bahwa “sel pertama” muncul secara kebetulan berdasarkan hukum alam, tanpa ada rancangan atau perencanaan.

                Menurut teori ini, materi tak bernyawa menghasilkan sel bernyawa sebagai akibat dari munculnya sel pertama secara kebetulan tersebut. Namun, pernyataan ini bahkan tidak sesuai dengan hukum biologi yang paling tak terbantahkan. (Harun Yahya, some secret of the Qur’an hal. 278)

                Ahli evolusi pertama abad 20 yakni Alexander Oparin, seorang ahli biologi Rusia terkenal. Dia berusaha membuktikan bagaimana “sel pertama” / sel dari sebuah makhluk hidup itu tercipta secara kebetulan dalam setiap tesis yang diajukannya pada tahun 1930-an. Namun penelitian ini gagal dan Oparium menyatakan pengakuan :

sayang, asal usul sel tetap menjadi tanda tanya, yang sesungguhnya menjadi titik paling gelap dari seluruh teori evolusi.” (Alexander I. Oparin, Origin of life, (1936) New York, Dover Publication, 1953 (cetak ulang) hlm. 196.”

                Teori Evolusi Darwin justru semakin merumitkan. Pertanyaan-pertanyaan tak terjawab dengan pasti. Seperti, kemanakah fosil “spesies tunggal” itu berada, jika memang ada ? kenapa kera menjadi nenek moyang manusia dengan alasan seleksi alam namun kera masih tetap hidup tidak ikut berevolusi ? dan yang paling penting, bagaimanakah “sel pertama” tercipta sebagai “penyusun dasar” dalam penciptaan makhluk hidup ?



Catatan Kaki utama : Beberapa Rahasia Dalam Al-Qur’an / Some Secrets of the Qur’an (2002) –Harun Yahya-

               
 Agni Aulia H. PPI 7 Cempakawarna. (Koor. KomInfo IPPi)

Rabu, 22 April 2015

Bagaimana Pelajar Muslim Merespon Perda Syari'ah



Dalam pandangan sebagian kalangan mungkin saja menteorikan penerapan syari'at dalam konteks negara Indonesia sebelum merombak Indonesia menjadi Negara Islam hanyalah suatu ilusi. Namun bagi sebagian besar kalangan para ahli hukum Islam Indonesia, tidak ada alasan yg kuat untuk mengingkari pemberlakuan hukum islam dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di negara Pancasila ini. Argumen filosofis, yuridis, sosiologis maupun politis yg menjadi pijakan pembentukan UU negara modern telah memperkokoh posisi hukum islam untuk menjadi sumber legislasi hukum negara Indonesia.


Pada Hari Rabu 22 April 2015 Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya telah melaksanakan Launching Perda Syari'ah dengan tema "Menerapkan Nilai-Nilai Religius Agamis" Ini merupakan prestasi besar dalam sepak terjang perjuangan para aktivis islamis di kota santri ini.
Kita sebagai pelajar khususnya pelajar persis diharapkan dapat kritis menanggapi fenomena yg jarang ini, persoalan mengenai kompleksitas penerapan hukum islam di Indonesia serta keadaan kultural-sosiologis yang heterogen di Indonesia sendiri menjadi perbincangan hangat di kalangan para ahli. Baru-baru ini tepatnya Febuari 2015 Ust Jeje Zainudin telah menerbitkan disertasinya yg sangat menarik untuk dikaji, dengan judul "Metode dan Strategi Penerapan Syari'at Islam di Indonesia" Ust Jeje menyuguhkan prinsip Gradualitas sebagai metode sekaligus strategi penerapan syari'at islam yg sejatinya telah terimplementasikan dalam sepak terjang sejarah Indonesia. Kita tunjukan identitas kita yg ilmiah, kritis dan responsif dengan ikut 'nimbrung' dalam isu isu yg hangat ini.

Arrasikhuna fil Ilmi


Ditulis oleh : Rijal Jirananda
Fotografer : Rida Alya Sidiq

Launching Perda Syari'at No. 7 tahun 2014 Kota Tasikmalaya


         Rabu , 22/04, Mesjid Agung Kota Tasikmalaya dibanjiri umat muslim yang berbahagia menghadiri Launching Perda Syari’at No. 7 Tahun 2014 tentang Tata Nilai Kehidupan Masyarakat yang Religius.
“diantara isi dari Perda syari’at ini yaitu mengatur tentang cara berpakaian terutama untuk seorang muslimah, anjuran para pegawai agar melaksanakan sholat shubuh berjama’ah dan mengaji pada saat maghrib.” Tutur Ust. Herman Suherman selaku anggota DPR Kota Tasikmalaya.
                “penerapan syari’at Islam dalam peraturan daerah ini sudah diusulkan sejak tahun 2009, namun terdapat beberapa kendala dan perlunya direvisi ulang menurut Menteri Dalam Negeri.” Lanjutnya.
                Kegiatan pengesahan Perda Syari’at No. 7 thn 2014 yang akan segera diubah menjadi Perda Syari’at No. 7 tahun 2015 ini dihadiri oleh Walik Kota Tasikmalaya, aktifis Ormas Islam, Santri, pejabat, Polisi, dan masyarakat muslim Tasikmalaya lainnya.  
            “Saya bahagia dan mendukung sekali dengan disahkannya peraturan yang berlandaskan syari’at Islam ini. Saya harap Kota Tasikmalaya akan tetap eksis dengan Sebutan Kota Santri. Dan untuk wanita muslimah selain berjilbab juga diharapkan bisa ikut menjaga akhlak baiknya.” Kata Ibu Yuyun sebagai bagian dari Tim Kreatifitas Muslim.
             Disamping acara Launching Perda Syari’at juga turut dilaksanakan kegiatan Peresmian MSI, Majelis Shawalat Indonesia. Polwan berjilbab pun ikut menghadiri acara Istighosah pagi itu di Mesjid Agung Kota Tasikmalaya. Mereka berharap agar tugasnya dapat dilaksanakan dan tak lepas dari syari’at Islam.


                 Selain pengesahan oleh Tokoh Agama Islam, Perda ini nantinya juga akan ikut ditandatangani oleh Tokoh Agama Kristen, Katholik, Budha, Hindu, dan Khonghucu. Itu karena Perda syari’at ini bertujuan untuk menjadikan warga Tasikmalaya bisa hidup lebih religius sesuai agamanya masing-masing.

                Diharapkan untuk umat muslim khususnya, peraturan ini agar kiranya dapat terwujud dengan implementasi yang  tepat  dengan menjalani kehidupan sesuai syari’at Islam. Yakni apa yang telah diatur dalam Al-qur’an dan As-Sunnah. Berpakaian sopan dengan menutup aurat, tidak mengkonsumsi atau mengedarkan miras, menghindari akhlak buruk, dan melaksanakan kegiatan kerohanian lainnya secara berjamaah. Hingga akhirnya akan tercipta kehidupan yang lebih religius lagi bagi masyarakat Kota Tasikmalaya.

Ditulis oleh : Agni Aulia Hartono
Fotografer : Rida Alya Shidiq & Sulam Ummu Rosyidah

Rabu, 24 Desember 2014

Makna Bertambah Usia

Hidup adalah sebuah perjalanan. Ia selalu ditemani oleh waktu yang terus berputar, tak disadari, tak kenal penat pun tak kenal lelah. Ia akan hanya disadari jika ada suatu kejadian yang luar biasa terjadi.

makna tahun baru
Perayaan Tahun Baru

Banyak orang yang mengucapkan "Selamat Ulang Tahun!", "Happy Birthday!", "Met Milad!", atau dengan bahasa-bahasa aneh lainnya ketika waktu yang sama terulang kembali. Namun, hakikatnya waktu tak pernah kembali, walau jarum menunjuk pada angka yang sama.

Kita lihat sejenak pada jam kita, baik jam tangan, jam dinding atau jam apapun yang kau miliki. Semua jam berputar dari angka 12 ke arah angka 3, lalu ke angka 6, berlanjut angka 9 dan kembali ke angka 12, seakan terbagi kedalam 4 wilayah yang berbeda. Benar atau betul? :D

gambar jam dinding
Pola Jam

Ayo kita hubungkan dengan perhitungan matematis!

Kita pasti pernah belajar tentang diagram Cartesius kan? Diagram koordinat yang memiliki sumbu X dalam keadaan horizontal dan sumbu Y yang tegak lurus terhadap sumbu X. Maka, sistem koordinat dari diagram Cartesius itu terbagi kepada 4 bagian, kuadran 1, kuadran 2, kuadran 3 dan kuadran 4.

gambar diagram cartesius kartesius
Diagram Cartesius

Setiap gerak koordinat yang mengarah dari satu titik menuju titik lainnya menghasilkan sebuah sudut. Ketika gerak yang tercipta berlawanan arah jarum jam, maka akan menghasilkan nilai sudut positif. Sebaliknya, ketika gerak yang tercipta searah dengan jarum jam, maka akan menghasilkan nilai sudut negatif.

Coba kita masukkan gerak sudut ke dalam bidang Cartesius, maka kita akan mendapatkan beberapa hasil :

Jika kita menarik garis dari titik O (0,0) ke titik sembarang, misalkan titik A (5,5), lalu tarik garis lagi dari titik O (0,0) ke titik B (5,-5) akan kita dapati sudut yang bernilai -90o dengan arah segitiga AOB yang searah dengan jarum jam. Ini bermakna bahwa setiap perubahan waktu yang searah jarum jam menghasilkan nilai minus atau hilangnya waktu.

sudut negatif
Gerak Sudut Negatif

Sebaliknya, jika kita menarik garis dari titik O (0,0) ke titik A (5,5), lalu tarik garis lagi dari titik O (0,0) ke titik C (-5,5) akan kita dapati sudut yang bernilai 90o dengan arah segitiga AOC yang berlawanan dengan jarum jam. Sekali lagi bermakna bahwa setiap perubahan waktu yang berlawanan dengan arah jarum jam menghasilkan nilai positif.

sudut positif
Gerak Sudut Positif

Akan kita dapatkan 2 kesimpulan :
  1. Gerak yang searah jarum jam bermakna negatif (berkurang)
  2. Gerak yang berlawanan jarum jam bermakna positif (bertambah)

diagram kartesius
Gerak searah jarum jam bermakna negatif (berkurang)

diagram kartesius
Gerak berlawanan arah jarum jam bermakna positif (bertambah)


Gerak searah memiliki arti usia kita bukanlah bertambah, namun berkurang setiap detiknya, begitupula sebaliknya.

Maka tak pantas jika kita mengalami ulang tahun, dianggap sebagai bertambahnya umur, tapi ia bermakna berkurangnya umur. Lebih parahnya lagi, orang yang 'berkurang umurnya' didoakan 'Semoga panjang umur...', glek! Sama saja mendoakan agar ia menderita di dunia! -,-

Setiap waktu yang kita gunakan akan dipertanyakan oleh Allah SWT, tak peduli ketika kita sedang beribadah pada-Nya ataupun sedang bermaksiat pada-Nya. Apalagi jika panjang umurnya.. Ia akan ditanya oleh Allah dalam setiap lama detiknya selama ia menghirup udara dunia. Na'udzubillah.

Maka, alangkah bijaknya kita mengolah dan berkarya dengan saling bernasehat dalam cinta dan kesabaran. :)

وَٱلۡعَصۡرِ ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣

oleh Fachry Ahmad E Y
Div. Kominfo IPP PD Tasikmalaya
sumber

Selasa, 23 Desember 2014

Ketika Cinta Hadir

Cinta adalah naluri. Sangat manusiawi jika manusia membutuhkan Cinta. Cinta bukanlah sangkar yang hanya cukup ruang untuk satu burung saja. Namun cinta adalah samudera luas yang siapa pun bisa mengarunginya. Ikan apapun bisa kau temui di dalamnya. Mencintai adalah hal mudah. Siapapun bisa kau cintai. Ibu, Ayah, saudara, teman, bahkan seseorang yang spesial. Namun kita seringkali terperangkap pada jebakan dunia yang dipenuhi kepalsuan ini. Kita seringkali lupa apa makna cinta yang sejujurnya.

menyikapi cinta
Mencintai Sahabat

Mencintai seseorang, yang bahkan kita pun heran kenapa bisa menyempatkan ruang hati ini padanya, yang bahkan tak kunjung membukanya. Cinta apakah ini? Kenapa bisa terjadi? Apa yang menyebabkan cinta ini bisa datang pada dua insan atau bahkan seorang saja? Apa yang menyebabkan pipi merona ini ikut dibanjiri hati yang menitiskan rasa sakitnya atas nama cinta? Bukankah Cinta itulah yang memberikan wanginya taman kehidupan? Lalu kenapa karenanya selalu saja ada hati yang tersakiti ? Apa yang menyakiti siapa? Atau siapa yang menyakiti siapa ?

Begitulah masa remaja saat ini. Cinta seolah santapan pagi, siang, sore dan malamnya. Bagaimana tidak? mereka yang setiap malam selalu eksis dengan melodramanya di balik layar-layar elektronik, menyuguhkan apa makna cinta yang sedang memanipulasi di kalangan pemuda pemudi labil era ini. Miris memang. Dengan pakaian mininya, dengan gaya bicaranya yang mengejek dan tidak sopan, dengan gerakan badannya yang seperti tarian jahiliyyah, dan dengan cara bergaulnya yang tidak etis dalam agama, mereka malah menjadi figur idola yang dikagumi dan dipuji-puji lalu diikuti. Lantas kemana kah perginya makna cinta yang sesungguhnya? Mengapa cinta saat ini seringkali disisipi dengan zat yang paling rentan jadi godaan syaitan? yaitu Cinta atas dasar Nafsu.

cara menyikapi cinta
Ketika Cinta Hadir

Ternyata makhluk yang bernama Cinta ini tidak hanya mampir pada jiwa-jiwa yang hampa akan keimanan. Tidak salah jika cinta bisa singgah di hati semua orang sekalipun. Karena pada dasarnya Cinta memang tidak bersalah. Namun, ada yang aku herankan pada remaja yang sedang ditimpa 'racun merah jambu' ini. Kalimat-kalimat “Aku mencintaimu karena Allah” tak selalu digunakan pada wadah yang tepat. Sering disalah artikan. “karena Allah” hanyalah sebuah alasan. Alasan yang bisa membungkus rapih benda yang sudah retak sekalipun.

Mudah memang jika kita mengucapkannya. Namun tahukah kita apa maksud dari kalimat itu? Apalagi membawa nama Sang Khaliq sebagai sebab dari perbuatan kita. Tidakkah itu sangat berat tanggung jawabnya? Jika saja kita mau berpikir sebelum mengucapkannya.

Belum usai dengan kalimat jebakan di atas, ada juga status yang sangat amat mengganggu mata dan telingaku. Aneh saja, memangnya ada “Pacaran Islami”? Lucu sekali saat mendengarnya. Mengapa ada saja orang yang terpikirkan untuk menggunakan kalimat konyol itu? 

Bagiku pribadi, memangnya ada pendekatan pada zina yang disisipi dengan kata Islami? Waduh, berat sekali maknanya. Apalagi dengan mempertanggungjawabkannya kelak kepada Sang Khaliq di Yaumul Akhir? Walau aku sendiri belum tahu pasti apa sebab seseorang menggunakan status itu. Sungguh, Allah Maha Mengetahui. Aku tidak bisa langsung men-judge buruk status tersebut. Hanya saja, tidakkah itu bisa menjadi fitnah dalam Islam? Seandainya kita mau berpikir sebelum menggunakan status itu.

Kita harus ingat, kita ini masih labil. Kita terperangkap pada sebuah jembatan penghubung dari 2 daratan yang terpisah oleh sebuah arus yang deras. Kita bukan lagi anak-anak, kita pun belum layak disebut dewasa. Inilah masa peralihan yang seringkali menghipnotis seseorang yang melintasinya. Bukan berarti kita akan berdiam terus dalam masa ini. banyak hal tak terduga di jembatan ini jika kita lupa apa yang menjadi kiblat kita untuk melangkah maju melintasinya. Karena ia labil, kapan pun arus sungai ini siap menerjang menghanyutkan kita bila mana terjatuh. Itulah dunia remaja. Jangan terhanyut pada tipuannya.

Kawan, bolehkah aku bertanya? Manakah yang lebih menyentuh hati nuranimu antara seseorang yang berkata "Aku mencintaimu karena Allah” atau “Aku rasa, Allah Mencintaimu”?

menyikapi cinta
Allah tak pernah Melupakan Hamba-Nya

Dicintai manusia itu sudah mainstream. Tapi jika mendapatkan Cinta yang Hakiki bukankah itu titik puncak cinta yang sejati? Lalu kenapa kita lupa bahwa Allah tak pernah lupa untuk Mencintai makhluk-Nya? Siapa yang menghidupkan kita? Siapa yang menciptakan Hati agar kita dapat merasakan manisnya Cinta? Dan siapa juga yang kelak akan mematikan kita dan menghidupkan kita kembali?

Kita terlalu bergelimang dalam kehidupan dunia yang semu ini. Kita telah dibodohi media-media yang tidak mendidik dan mengikis iman kita. Kita lupa Siapa sejatinya yang menganugerahkan rasa cinta itu sendiri? Dia-lah Sang Pemilik Hati ini. Bukan kekasih yang mempermainkan perasaan kita. Tapi Kekasih sejati yang memupuk taman bunga di hati kita menuju keabadian. Andai kita mau mengakuinya.

Jika Mencintai orang lain yang bahkan tidak mengenal kita sekalipun begitu mudah dilakukan, lalu apa yang membuat kita sulit untuk Mencintai Dzat yang tiada hentinya Mencintai kita?

Agni Aulia
PPI 07 Cempakawarna