Tasykil Ikatan Pelajar Persis

Pimpinan Daerah Tasikmalaya Masa Jihad 2016 - 2017 | Ar-Rasikhuna Fil Ilmi !

Tasykil Ikatan Pelajar Persis Putri

Pimpinan Daerah Tasikmalaya Masa Jihad 2016 - 2017 | Ar-Rasikhuna Fil Ilmi !

Afwan

Afwan

Afwan

Afwan

Afwan

Afwan

Selasa, 07 Oktober 2014

Kesuksesan Bukanlah Mimpi

Banyak kita temui orang yang sibuk memikirkan masa depan. Namun, ia enggan melakukan tindakan untuk melakukan perubahan masa depan. Banyak orang yang berpikir keras untuk masa depan. Namun, ia enggan bertindak keras untuk masa depan.

Lalu, banyak orang yang mengatakan semua berawal dari mimpi, tapi untuk apa bermimpi kalau terus-terusan bermimpi. Pak Habibie pernah berkata :
"Saya tidak memiliki mimpi, tapi saya memiliki visi dan misi, karena mimpi hanyalah mimpi. Ketika bangun, semua keindahan mimpi itu hanyalah khayalan."

cita-cita dan usaha nyata
Menatap Visi
Ketika seorang guru bertanya, "Nanti dewasa kelak mau jadi apa?". Dengan santai kita menjawabnya, entah kita menjawabnya "Jadi guru..", "Jadi dosen..", "Jadi pengusaha sukses..". Tapi, apakah yang kita lakukan telah menunjukan apa yang kita inginkan?

Jika kita ingin menjadi guru, maka kita harus tekun belajar untuk bisa mengajar. Jika kita ingin menjadi pengusaha sukses, maka kita harus bekerja keras untuk bisa sukses. Bukan hanya sekedar besar dalam ucapan, tapi harus dengan perbuatan sebagai bukti riil.

Cobalah tengok orang-orang yang hanya terus berangan-angan tanpa mau memberi bukti. Mereka selalu mengatakan apa yang mereka inginkan. Namun, mereka sama sekali tidak menunjukan keinginannya dalam sikap mereka. Mereka tetap duduk manis bersama angan-angan kosongnya, berharap sebuah keajaiban dari langit turun kepada mereka.

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ ۖ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا
(Syaitan) Memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.
An-Nisa | 120

Sungguh kita tidak akan memperoleh apapun dari keinginan kita tanpa adanya realisasi nyata. Jika kita ingin menjadi sosok yang besar, maka lakukanlah dan rencanakanlah mulai dari detik ini juga! Rubahlah sikap-sikap negatif sekarang juga! Karena hanya orang bodoh yang menginginkan perubahan, tapi tetap melakukan hal yang sama.

Jangan menunda-nunda, apalagi menunggu sampai dewasa baru mau bangkit dan berusaha. Hilangkanlah pikiran, "mumpung masih muda... mending santai aja...". Kalaulah punggung ini telah rapuh dan raga tak lagi berpihak, apalagi yang bisa diperbuat??

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri
Ar-Rad | 11

Oleh : Wildan Shahwah | PPI 67 Benda

Menjadi Hamba Pensyukur & Penyabar

buku 100 orang paling berpengaruh di dunia sejarah
Buku "100 Orang paling berpengaruh dalam sejarah" - Michael Hart

Michael Hart, menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh nomor satu dalam bukunya, “100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia”. Padahal, sebagai non-Muslim, sebenarnya bisa saja Hart menempatkan tokoh agama lain untuk menduduki posisi itu. Namun, secara objektif, ia mengakui ada sesuatu yang mempesona dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad sehingga beliau dianggap layak menjadi yang pertama. Terutama karena pengaruh ajarannya menyebar luas ke seluruh penjuru dunia dalam waktu yang singkat. Kenapa demikian? Nabi Muhammad bersabda :

 مَن يُرِيدِ اللهُ بِهِ خَيرًا يُفَقُّهُهُ فِي الدِّينِ, وَ إِنَّمَا العِلمُ بِالتَّعَلّمِ
“Siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan baginya, maka ia akan dipahamkan dalam Ilmu Agama, dan sesungguhnya ilmu itu dengan Ta’allum (belajar)” 
H.R. Bukhari


Hadits ini menjelaskan bahwa ilmu adalah sumber kebaikan. Dan ilmu itulah, peradaban Islam menjadi maju dan menjadi rahmat bagi seluruh alam. 

Itulah yang membedakan cara persebaran agama Muhammad dengan Raja Romawi yang kala itu banyak pengikut dan kuat pasukannya. Berbeda dengan Nabi Muhammad, beliau kaya akan ilmu yang diwariskan kepada umatnya sebagai penerus Risalah-Nya, sehingga ketika Nabi Muhammad telah wafat, syi’ar Islam tidak berhenti sampai sana. Bagaikan virus yang menular dengan cepat, Islam berkembang pesat mulai dari Jazirah Arab menyebar ke seluruh dunia dengan cepat. Hampir seluruh benua merasakan nikmatnya bernaung dalam agama Islam. 

Sedangkan Raja Romawi yang kala itu banyak pengikutnya dan daerah kekuasaan yang lebih luas, perlahan makin sedikit dan menyempit ke pusat Romawi. Kenapa bisa terjadi? Karena yang mereka wariskan hanyalah harta dan kekuasaan, tanpa ilmu yang bermanfaat.
buku 100 orang paling berpengaruh di dunia dan sejarah manusia
Nabi Muhammad sebagai orang No.1 dalam sejarah

Imam Syafi’i berkata :

مَن أَرَادَ الدُّنيَا فَعَلَيهِ بِالعِلمِ, وَ مَن أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيهِ بِالعِلمِ 
“Barang siapa yang menginginkan dunia, maka (wajib) baginya (mendapatkannya) dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan akhirat, maka (wajib) baginya (mendapatkannya) dengan ilmu” 

Imam Bukhari pun sepakat dengan Imam Syafi’i, bahkan ia membuat satu bab khusus dalam Kitab Shahih Bukhari dengan judul “Al-‘Ilmu Qabla Al-Qauli wa Al-‘Amal” (Ilmu sebelum berkata dan beramal), yang intinya bahwa ilmu itu asas dari segala sesuatu, baik yang sifatnya perkataan maupun perbuatan. Tanpa ilmu, segala sesuatu itu tiada membawa arti. 

قُل هَل يَسثَوِي الَّذِينَ يَعمَلُونَ وَ الَّذِينَ لَا يَعلَمُونَ
 “Katakanlah ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui (ilmu) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (ilmu)?” 

Karena itulah, Allah SWT mengecam keras orang-orang yang tidak menggunakan potensinya untuk berpikir dan meraih ilmu. Pada hakikatnya, mencari ilmu itu tidak memperhatikan usia, muda maupun tua diwajibkan untuk mencari ilmu. 

Faktanya, manusia zaman sekarang sudah buta akan Agama, akan ilmu tentang Agama, sehingga mereka sangat jauh dari Allah, jauh dari nilai-nilai kebaikan, dekat dengan anarkisme, sekularisme dan perbuatan-perbuatan setan lainnya akibat ketidak tahuan akan ilmu Allah yang mengajarkan tentang keselamatan di Dunia dan Akhirat. 

Ancaman Allah SWT bagi mereka yang tidak berilmu

وَ لَقَد ذَرَأنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الجِنِّ وَ الإِنسَانِ 
“Dan sungguh Kami jadikan bagi (Neraka) Jahannam kebanyakan dari (golongan) Jin dan Manusia”

لَهُم قُلُوبٌ لَّا يَفقَهُونَ بِهَا 
“Mereka memiliki hati, namun tidak (untuk) memahami (ayat-ayat Allah) dengannya”

وَ لَهُم أَعيُنٌ لَّا يَبصَرُونَ بِهَا 
“Dan mereka memiliki mata, namun tidak (untuk) melihat (ayat-ayat Allah) dengannya”


وَ لَهُم أَذَانٌ لَّا يَسمَعُونَ بِهَا
 “Dan mereka memiliki telinga, namun tidak (untuk) mendengar (ayat-ayat Allah) dengannya”


أُلئِكَ كَالأَنعَامِ بَل هُم أَضَلُّ 
“Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat.” 
Al-A’raf : 179

Al-Qur’an dari awal diturunkan sampai sekarang tetap sama. Hadits-hadits Rasulullah telah banyak dibukukan. Tidak seperti dahulu, ketika ingin mengetahui satu hadits, Imam Bukhari harus berkeliling dunia untuk mencari kebenarah hadits itu. Al-Qur’an zaman dulu tersebar dalam lembaran mushaf, batu, daun dan kulit binatang. Berbeda dengan sekarang, Al-Qur’an sudah dibukukan dan dicetak jutaan eksemplar. Akan tetapi, kualitas ilmu orang-orangnya berbeda sekali. 

Ketika dulu, para sahabat harus Hijrah untuk bertemu langsung dengan Rasulullah dan belajar padanya. Sedangkan kita di zaman serba modern dengan fasilitas yang serba ada dan serba mudah, tidakkah kita sepeduli itu terhadap ilmu?

Semoga kita diluruskan hati kita serta diberikan kesadaran yang lebih atas Ilmu Agama Islam. Amiin.

Ar-rasikhuna Fil ‘Ilmi!

Oleh : Ra'abi Ghulamin Halim
Ketua PD Ikatan Pelajar Persis Tasikmalaya

Jumat, 06 Juni 2014

Ust. Jeje Zaenudin Mengisi Tabligh Akbar di Pesantren Persis 67 Benda Tasikmalaya

Ust. H. Jeje Zaenudin Abu Himam S.Sos.I M.Ag biasa dipanggil dengan Ustadz Jeje atau Abu Himam. Pendidikannya bermula dari SD Islam (Madrasah Ibtidaiyah) dan Madrasah Tsanawiyah di Ciawi, Tasikmalaya. Bahkan ia adalah Alumni Mualimin di Pesantren Persatuan Islam 67 Benda Tasikmalaya hingga tahun 1991. Lalu dilanjutkan di Lembaga Pendidikan Dakwah Islamiyah (LPDI) Jakarta, sebuah Lembaga pendidikan Kader da'i di bawah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) yang diasuh oleh tokoh tokoh penting seperti Mochammad Natsir, Yunan Nasution, Anwar Haryono, Buchari Tamam, Husein Umar, Dahlan Basri, Nabhan Husein dan tokoh tokoh lainnya dari para Mujahid Dakwah. beliau adalah salah satu mantan Ketua Umum Pemuda Persis pada masa periode 2005 - 2010.

jeje zaenudin
Ust. Jeje Zaenudin

Ustadz Jeje adalah pengasuh tetap Acara di RADIO DAKTA 107 FM Bekasi mengenai kajian Fikih Islam pada program Kuliah Fajar Interaktif. Acara radio ini dimulai tiap jam 5:00 bbwi yang dapat di dengar oleh masyarakat JABODETABEK juga Karawang. Nah, Diradio DAKTA ustadz Jeje malah lebih akrab disapa oleh pendengar dengan panggilan Ustadz ABU HIMAM. Memang beliau adalah sosok yang sangat luar biasa. Sikap pembawaannya yang jelas dan argumentatif dalam menyampaikan Al Qur'an dan Sunnah sangat diterima oleh para pendengarnya. namun tetap lemah lembut serta santun kepada pihak lainnya yang berbeda pendapat menjadi ciri khas Ustadz Jeje dalam berdakwah.

Beliau mempunyai hobi menulis sejak duduk di Mualimin Pesantren Persis 67 Benda Tasikmalaya. Sejak tahun 1995, ia menerbitkan buletin Dakwah dengan teman-temannya di Pemuda Persis Jakarta, dengan nama majalahnya At-Tajdid yang terbit setiap hari Jum'at.

Ustadz Jeje Zaenudin adalah seorang penulis yang produktif. Karya-karyanya yang telah dihasilkan antara lain :
  • Amerika Diambang Keruntuhan (terjemahan, diterbitkan Rabbani Press, 2003)
  • Hati-hati terhadap Bid'ah (diterbitkan BSKA, 1997)
  • Risalah Jenazah (untuk kalangan sendiri)
  • Duapuluh Hadist Nabi tentang Tamsil (untuk kalangan sendiri)
  • Akar Konflik Umat Islam (Persis Press, Bandung 2008)
  • Tema-tema Dasar Ajaran Islam (Hadico Press, Jakarta 2008)
  • Menolak Perangkap Aliran Sesat (Hadico Press, Jakarta 2008)
Penasaran dengan kiprahnya? kebetulan ada beberapa dari Staff Ikatan Pelajar Persis Tasikmalaya menjadi panitia di Event HIPA Benda 2014. Maka kami turut mengundang seluruh staff anggota untuk datang ke Event HIPA Benda '14, di acara Tabligh Akbar bersama Ust. Jeje Zaenudin.

Jum'at, 13 Juni 2014 | 15.30 WIB
Gedung Serba Guna Aminullah PPI 67 Benda - Tasikmalaya

More info :
Twitter | @hipabenda
Facebook | HIPA Benda '14
Instagram | @hipabenda

E-mail | hipabenda@gmail.com

Kamis, 29 Mei 2014

Pentingnya Berbagi Ilmu

Mungkin banyak disekitar kita orang yang terkadang 'pelit' dalam berbagi ilmu. Entah itu karena dia takut akan mempunyai saingan yang dapat menyamainya atau entah karena mempunyai hasud terhadap orang lain. Na'udzubillah.



Tetapi, nyatanya perbuatan itu salah. Kita seharusnya senang karena ilmu yang kita berikan kepada orang lain, akan banyak orang yang mengetahuinya. Tidak hanya itu, Allah SWT pun meninggikan derajat orang-orang yang memiliki ilmu, seperti dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Al-Mujadilah :11

Dan taukah kalian? Jika seseorang memiliki ilmu, tapi dia tidak mengamalkanya atau membaginya pada orang lain, maka celakalah dia. Seperti hadist d bawah ini :

ﻣَﻦْ ﺳُﺌِﻞَ ﻋَﻦْ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻜَﺘَﻤَﻪُ ﺟَﺎﺀَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻣُﻠْﺠَﻤًﺎ ﺑِﻠِﺠَﺎﻡٍ ﻣِﻦْ ﻧَﺎﺭٍ . ‏ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ 

“Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka.”
H.R. Abu Dawud

Na'udzubillahi min dzalik... semoga kita tidak termasuk orang yang tidak dermawan dalam berbagi ilmu. Dan satu hal yg perlu kita ingat, bahwa ilmu itu akan menjadi penerang dialam kubur kita jika kita mengamalkanya. Jadi jangan takut untuk berbagi ilmu, karna ilmu itu cahaya. Dan cahaya itu membawa kita kepada kebahagiaan.

 Oleh : Fitri | Bid. Komunikasi & Informasi IPPi Tasikmalaya

Jumat, 09 Mei 2014

Mencari Teman Sejati

Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kecenderungan untuk berteman. Islam menganjurkan untuk menjalin pertemanan dengan baik. Pertemanan yang didalamnya saling menasehati untuk menetapi kebenaran dan kesabaran.

Teman Sejati


وَالْعَصْرِ | إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ | إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Al-Ashr : 1-3

Islam juga mengingatkan penganutnya agar berhati-hati dalam memilih teman. Sayidina Ali RA pernah berkata,

"Kalau kalian ingin melihat kepribadian seseorang, lihatlah bagaimana teman-temannya."

Rasulullah SAW mengingatkan:

"Seseorang itu dipengaruhi oleh agama teman-temannya. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dengan siapa kita bergaul."

Ali Zaenal Abidin berkata kepada putranya

"Wahai anakku, berhati-hatilah terhadap 5 kelompok. Jangan berteman dan berbicara kepada mereka, serta jangan menjadikannya teman dalam perjalanan."

Lalu purtanya bertanya tentang 5 kelomok itu. Sang ayah pun menjawab :

"Pertama, berhati-hatilah dan jangan bergaul dengan orang yang berkata dusta. Dia bagaikan bayangan yang mendekatkan engkau dari sesuatu yang jauh dan menjauhkan engkau dari hal yang dekat. 

Kedua, berhati-hatilah dan jangan bergaul dengan orang yang fasiq, sebab di aakan menjualmu seharga butiran atau lebih rendah dari pada itu."

Ketiga, berhati-hatilah engkau dan jangan bergaul dengan orang kikir, sebab dia akan menjauhkanmu dari hartanya ketika engkau memerlukan.

Keempat, berhati-hatilah engkau dan jangan bergaul dengan orang yang dungu, sebab dia ingin mendapat manfaat darimu, tetepi mencelakakanmu.

Kelima, behati-hatilah dan jangan bergaul dengan orang yang tidak memperhatikan kerabatnya, sebab aku mendapatkannya sebagai orang yang dilaknat Al-Qur'an dalam tiga tempat (ayat)."

Nasihat itu menunjukan bahwa pertemanan sejati dapat dijalin dengan kejujuran, ketaatan agama, kedermawanan, kemauan belajar, dan silaturahim. Kejujuran dapat menunjukkan dan menerima kebenaran. Kedermawanan dapat mendekatkan hubungan antar manusia. Kemauan belajar dapat membuat orang saling memahami dan menghargai. Sedangkan, silaturahim dapat menjalin persaudaraan, umur panjang, dan kelimpahan rezeki.

Dalam pandangan islam, teman juga dapat berupa perilaku atau amal. oleh sebab itu, umat islam dianjurkan mencari dan membinanya. Iman dan amal sholeh dalam pandangan islam dapat menolong dan menyelamatkan seseorang dari kehinaan.

Sayidina Ali berkata :

"Sesungguhnya, ada tiga jenis teman bagi seorang muslim. Pertama, teman ynag berkata, 'Aku bersamamu dikala engkau hidup ataupun mati.' dan inilah amalnya. Kedua, teman yang berkata, 'Aku bersamamu hanya sampai kuburanmu, kemudian meninggalkanmu.' inilah anaknya. Ketiga, teman yang berkata, 'Aku bersamamu hingga engkau mati.' inilah kekayaan yang akan menjadi milik ahli waris ketika dia meninggal.'."

Amal sholehlah yang dapat menolong seseorang tatkala menghadapi pengadilan tuhan dan tatkala tiada seorangpun sebagai penolong. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memperhatikan etika pertemanan dan berusaha menjadi teman yang sejati.

Oleh : Sulam Ummu Rosyidah & Nena Nadia | Bid. Kominfo IPPi Tasikmalaya