Tasykil Ikatan Pelajar Persis

Pimpinan Daerah Tasikmalaya Masa Jihad 2016 - 2017 | Ar-Rasikhuna Fil Ilmi !

Tasykil Ikatan Pelajar Persis Putri

Pimpinan Daerah Tasikmalaya Masa Jihad 2016 - 2017 | Ar-Rasikhuna Fil Ilmi !

Afwan

Afwan

Afwan

Afwan

Afwan

Afwan

Jumat, 06 Juni 2014

Ust. Jeje Zaenudin Mengisi Tabligh Akbar di Pesantren Persis 67 Benda Tasikmalaya

Ust. H. Jeje Zaenudin Abu Himam S.Sos.I M.Ag biasa dipanggil dengan Ustadz Jeje atau Abu Himam. Pendidikannya bermula dari SD Islam (Madrasah Ibtidaiyah) dan Madrasah Tsanawiyah di Ciawi, Tasikmalaya. Bahkan ia adalah Alumni Mualimin di Pesantren Persatuan Islam 67 Benda Tasikmalaya hingga tahun 1991. Lalu dilanjutkan di Lembaga Pendidikan Dakwah Islamiyah (LPDI) Jakarta, sebuah Lembaga pendidikan Kader da'i di bawah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) yang diasuh oleh tokoh tokoh penting seperti Mochammad Natsir, Yunan Nasution, Anwar Haryono, Buchari Tamam, Husein Umar, Dahlan Basri, Nabhan Husein dan tokoh tokoh lainnya dari para Mujahid Dakwah. beliau adalah salah satu mantan Ketua Umum Pemuda Persis pada masa periode 2005 - 2010.

jeje zaenudin
Ust. Jeje Zaenudin

Ustadz Jeje adalah pengasuh tetap Acara di RADIO DAKTA 107 FM Bekasi mengenai kajian Fikih Islam pada program Kuliah Fajar Interaktif. Acara radio ini dimulai tiap jam 5:00 bbwi yang dapat di dengar oleh masyarakat JABODETABEK juga Karawang. Nah, Diradio DAKTA ustadz Jeje malah lebih akrab disapa oleh pendengar dengan panggilan Ustadz ABU HIMAM. Memang beliau adalah sosok yang sangat luar biasa. Sikap pembawaannya yang jelas dan argumentatif dalam menyampaikan Al Qur'an dan Sunnah sangat diterima oleh para pendengarnya. namun tetap lemah lembut serta santun kepada pihak lainnya yang berbeda pendapat menjadi ciri khas Ustadz Jeje dalam berdakwah.

Beliau mempunyai hobi menulis sejak duduk di Mualimin Pesantren Persis 67 Benda Tasikmalaya. Sejak tahun 1995, ia menerbitkan buletin Dakwah dengan teman-temannya di Pemuda Persis Jakarta, dengan nama majalahnya At-Tajdid yang terbit setiap hari Jum'at.

Ustadz Jeje Zaenudin adalah seorang penulis yang produktif. Karya-karyanya yang telah dihasilkan antara lain :
  • Amerika Diambang Keruntuhan (terjemahan, diterbitkan Rabbani Press, 2003)
  • Hati-hati terhadap Bid'ah (diterbitkan BSKA, 1997)
  • Risalah Jenazah (untuk kalangan sendiri)
  • Duapuluh Hadist Nabi tentang Tamsil (untuk kalangan sendiri)
  • Akar Konflik Umat Islam (Persis Press, Bandung 2008)
  • Tema-tema Dasar Ajaran Islam (Hadico Press, Jakarta 2008)
  • Menolak Perangkap Aliran Sesat (Hadico Press, Jakarta 2008)
Penasaran dengan kiprahnya? kebetulan ada beberapa dari Staff Ikatan Pelajar Persis Tasikmalaya menjadi panitia di Event HIPA Benda 2014. Maka kami turut mengundang seluruh staff anggota untuk datang ke Event HIPA Benda '14, di acara Tabligh Akbar bersama Ust. Jeje Zaenudin.

Jum'at, 13 Juni 2014 | 15.30 WIB
Gedung Serba Guna Aminullah PPI 67 Benda - Tasikmalaya

More info :
Twitter | @hipabenda
Facebook | HIPA Benda '14
Instagram | @hipabenda

E-mail | hipabenda@gmail.com

Kamis, 29 Mei 2014

Pentingnya Berbagi Ilmu

Mungkin banyak disekitar kita orang yang terkadang 'pelit' dalam berbagi ilmu. Entah itu karena dia takut akan mempunyai saingan yang dapat menyamainya atau entah karena mempunyai hasud terhadap orang lain. Na'udzubillah.



Tetapi, nyatanya perbuatan itu salah. Kita seharusnya senang karena ilmu yang kita berikan kepada orang lain, akan banyak orang yang mengetahuinya. Tidak hanya itu, Allah SWT pun meninggikan derajat orang-orang yang memiliki ilmu, seperti dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Al-Mujadilah :11

Dan taukah kalian? Jika seseorang memiliki ilmu, tapi dia tidak mengamalkanya atau membaginya pada orang lain, maka celakalah dia. Seperti hadist d bawah ini :

ﻣَﻦْ ﺳُﺌِﻞَ ﻋَﻦْ ﻋِﻠْﻢٍ ﻓَﻜَﺘَﻤَﻪُ ﺟَﺎﺀَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻣُﻠْﺠَﻤًﺎ ﺑِﻠِﺠَﺎﻡٍ ﻣِﻦْ ﻧَﺎﺭٍ . ‏ ﺃﺑﻮ ﺩﺍﻭﺩ 

“Barangsiapa ditanya tentang suatu ilmu lalu dirahasiakannya maka dia akan datang pada hari kiamat dengan kendali (di mulutnya) dari api neraka.”
H.R. Abu Dawud

Na'udzubillahi min dzalik... semoga kita tidak termasuk orang yang tidak dermawan dalam berbagi ilmu. Dan satu hal yg perlu kita ingat, bahwa ilmu itu akan menjadi penerang dialam kubur kita jika kita mengamalkanya. Jadi jangan takut untuk berbagi ilmu, karna ilmu itu cahaya. Dan cahaya itu membawa kita kepada kebahagiaan.

 Oleh : Fitri | Bid. Komunikasi & Informasi IPPi Tasikmalaya

Jumat, 09 Mei 2014

Mencari Teman Sejati

Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki kecenderungan untuk berteman. Islam menganjurkan untuk menjalin pertemanan dengan baik. Pertemanan yang didalamnya saling menasehati untuk menetapi kebenaran dan kesabaran.

Teman Sejati


وَالْعَصْرِ | إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ | إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Al-Ashr : 1-3

Islam juga mengingatkan penganutnya agar berhati-hati dalam memilih teman. Sayidina Ali RA pernah berkata,

"Kalau kalian ingin melihat kepribadian seseorang, lihatlah bagaimana teman-temannya."

Rasulullah SAW mengingatkan:

"Seseorang itu dipengaruhi oleh agama teman-temannya. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dengan siapa kita bergaul."

Ali Zaenal Abidin berkata kepada putranya

"Wahai anakku, berhati-hatilah terhadap 5 kelompok. Jangan berteman dan berbicara kepada mereka, serta jangan menjadikannya teman dalam perjalanan."

Lalu purtanya bertanya tentang 5 kelomok itu. Sang ayah pun menjawab :

"Pertama, berhati-hatilah dan jangan bergaul dengan orang yang berkata dusta. Dia bagaikan bayangan yang mendekatkan engkau dari sesuatu yang jauh dan menjauhkan engkau dari hal yang dekat. 

Kedua, berhati-hatilah dan jangan bergaul dengan orang yang fasiq, sebab di aakan menjualmu seharga butiran atau lebih rendah dari pada itu."

Ketiga, berhati-hatilah engkau dan jangan bergaul dengan orang kikir, sebab dia akan menjauhkanmu dari hartanya ketika engkau memerlukan.

Keempat, berhati-hatilah engkau dan jangan bergaul dengan orang yang dungu, sebab dia ingin mendapat manfaat darimu, tetepi mencelakakanmu.

Kelima, behati-hatilah dan jangan bergaul dengan orang yang tidak memperhatikan kerabatnya, sebab aku mendapatkannya sebagai orang yang dilaknat Al-Qur'an dalam tiga tempat (ayat)."

Nasihat itu menunjukan bahwa pertemanan sejati dapat dijalin dengan kejujuran, ketaatan agama, kedermawanan, kemauan belajar, dan silaturahim. Kejujuran dapat menunjukkan dan menerima kebenaran. Kedermawanan dapat mendekatkan hubungan antar manusia. Kemauan belajar dapat membuat orang saling memahami dan menghargai. Sedangkan, silaturahim dapat menjalin persaudaraan, umur panjang, dan kelimpahan rezeki.

Dalam pandangan islam, teman juga dapat berupa perilaku atau amal. oleh sebab itu, umat islam dianjurkan mencari dan membinanya. Iman dan amal sholeh dalam pandangan islam dapat menolong dan menyelamatkan seseorang dari kehinaan.

Sayidina Ali berkata :

"Sesungguhnya, ada tiga jenis teman bagi seorang muslim. Pertama, teman ynag berkata, 'Aku bersamamu dikala engkau hidup ataupun mati.' dan inilah amalnya. Kedua, teman yang berkata, 'Aku bersamamu hanya sampai kuburanmu, kemudian meninggalkanmu.' inilah anaknya. Ketiga, teman yang berkata, 'Aku bersamamu hingga engkau mati.' inilah kekayaan yang akan menjadi milik ahli waris ketika dia meninggal.'."

Amal sholehlah yang dapat menolong seseorang tatkala menghadapi pengadilan tuhan dan tatkala tiada seorangpun sebagai penolong. Oleh karena itu, setiap Muslim perlu memperhatikan etika pertemanan dan berusaha menjadi teman yang sejati.

Oleh : Sulam Ummu Rosyidah & Nena Nadia | Bid. Kominfo IPPi Tasikmalaya

Jumat, 28 Maret 2014

Manfaatkan Waktu!

Sedang liburan? Istirahat? Atau sedang menunggu kerjaan berikutnya untuk dikerjakan?

Ust. Shiddiq Amien pernah berpesan :
"Jika kita menghadap ke Barat, maka kita akan membelakangi Timur"

Bingung maksudnya?

Memang benar kan? Ketika kita menghadap ke barat, otomatis kita membelakangi timur. Sebaliknya, ketika kita menghadap timur, kita membelakangi barat.

jam analog saku klasik
Memanfaatkan Waktu
Ibaratkan barat adalah kegiatan positif, dan timur adalah kegiatan negatif. Apabila kita disibukan dengan kegiatan-kegiatan positif, seperti shalat Dhuha saat waktu istirahat, kita akan terhindar dari segala aktivitas yang negatif. Inilah salah satu trik untuk menutupi celah masuknya bisikan setan kepada diri kita.


Allah SWT telah berfirman


وَالْعَصْرِ 
إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ 
إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ 
"Demi Masa - Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian - Kecuali orang-orang yang beriman, dan saling menasehati akan kebenaran, dan saling menasehati akan kesabaran."
Al - Ashr | 1-3

Pada dasarnya, semua manusia itu akan rugi. Mereka yang menyia-nyiakan waktu yang telah Allah berikan di dunia ini. Penyesalan mereka kelak di akhirat tidak akan berguna. Mereka akan berkata kepada Allah, 'Kembalikan kami ke dunia Ya Allah, kami akan berbuat kebaikan'. Ada juga yang berharap, 'Lebih baik aku menjadi tanah saja daripada menjadi manusia'. Namun, semua itu hanyalah angan-angan, tak akan pernah terkabulkan.

Berbeda dengan orang yang memanfaatkan waktu. Mereka selalu berpikiran visioner dan optimis. Tidak perlu menyesali apapun yang terjadi di dunia ini, namun mereka berusaha untuk menjadi yang terbaik, selalu mengajak yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran. Menjadi Agent of Change, itulah seorang muslim sebenarnya.



Oleh : Fachry Ahmad | Bid. Komunikasi & Informasi IPP Tasikmalaya

Sabtu, 15 Februari 2014

ROFI I - 2014

Assalamu 'alaikum sobat! :D Balik lagi niih ke blognya IPP-IPPi.... Ada kabar baik nih sob, IPP - IPPi PD. Tasikmalaya sudah mengadakan ROFI I nih, dengan sukses. Itu tuh, acara pengkaderan santri-santri mu'alimien untuk bisa menjadi anggota IPP - IPPi, khususnya Pimpinan Daerah Tasikmalaya.

ROFI I tahun ini dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Februari sampai 21 Februari 2014, yang berlokasi di Gedung Serba Guna (GSG) Aminullah, Pesantren Persatuan Islam 67 Benda.

Selain itu, acara ROFI I kali ini menghadirkan pemateri -pemateri spesial, diantaranya :
  • Ust. Arif Rahman Hakim, Lc, M.Ag 
  • Ust. Drs. Uu Suhendar, M.Ag
Untuk dokumentasi foto, silahkan cek di Grup FB IPP - IPPi Tasikmalaya... :)